Minggu, 24 Juni 2018

Menjemput Pelangi

                                        Menjemput Pelangi
Kebahagiaan itu ibarat pelangi, tidak akan pernah di dapat jika tanpa adanya jemputan, jadi jemput saja bahagia milik kita masing masing,definisinya pun berbeda, tidak akan pernah berbahagia kita jika tanpa ikhlas dan syukur atas keadaan dan kondisi yang kita tuai. Lalu seperti apa definisi pelangi milik kita masing masing? Hanya kita yang mengetahui, maka jemputlah hal hal itu
Part 1 :Bertemu
Jam di tangan Fara berdetak lebih cepat, ia mulai panik bercampur bosan karena hampir 1 jam dirinya menunggu kakaknya yang tak kunjung datang, hiruk pikuk pedagang kaki lima memenuhi jalan yang tadinya sepi menjadi ramai karena kehadiran mereka, beberapa menit kemudian dirinya menghela nafas lega,karena mobil sedan putih milik sang empu yang ditunggu tiba dan mulai memarkirkan mobilnya tepat didepan dirinya
“ hi …bother..soo long to waiting you.” Jelas Fara dengan bermuka masam
“ sorry ,,tadi mas beli makanan dulu,karena bunda telepon,di rumah sedang ada tamu.” Jelas Raka sambil mengajak fara naik mobil
“ tamu,,siapa mas? Jelas Fara sambil mulai mengeluarkan kertas yang nantinya akan di edit
“temanya bunda,eh..kamu mau ke penerbit apa mau pulang?” Tanya Raka
“ pulang dulu lah mas,nanti fara naek angkot juga g papa ke penerbitnya.” Jelas Fara tak mau membebani antar jemput masnya
Perjalanan panjang selalu menghadirkan berbagai potong kisah, terutama tentang keluarga yang sudah 5 tahun ini di tinggal ayah pergi dan hilang ditelan waktu dan kabar, sehingga mereka tak mendengar sedikitpun tentang keberadaan ayahnya, Fara hanya mengetahui bahwa ayah sedang mencari nafkah di negri seberang sana,entah itu suatu  kebenaran ataupu hanya ilusi yang  bunda ciptakan agar anak anaknya  tidak kecewa terhadap ayah, alhasil kami semua mencoba untuk mencari uang sendiri untuk segala kebutuhan,daripada menunggu kiriman dari ayah mereka yang tak kunjung datang, meskipun begitu bunda masih percaya bahwa ayah sibuk bekerja di luar sana, Bunda memang memiliki hati yang tegar, untuk tetap percaya dan menunggu hingga kepulangan ayah tiba.dan saat ini yang mampu fara lakukan untuk mencari uang adalah dengan menulis lembar perlembar kata yang berkembang menjadi berbagai kisah yang bersumber dari segala khayalnya serta imajinasi buatan miliknya
“dek,makananya di bawa yaa…mas mau langsung ke tempat kerja lagi.” Jelas Raka sambil  tersenyum
“ oke..hati-hati yaa mas.” Balas Fara
Ku lihat di depan halaman rumahku,ada mobil sedan putih ,aku pun bertanya-tanya sendiri,siapakah tamu ini,apa ayah yang telah kembali ,karena aku tak pernah melihat mobil ini datang ke rumahku sebelumya,jika ayahku kenapa mas akmal tidak bercerita akan kedatangan ayahku,entah jika itu ayahku,mungkin aku tak ingin menebar senyum kepadanya karena dia terlalu tega meninggalkan kami tanpa adanya kabar dari nya selama bertahun-tahun,aku belum berani memasuki ruang tamu,masih terdiam dengan khayalan tentang ayahku yang datang kembali,aih..lagi-lagi khayalanku tidak tepat pada saat ini,aku pun memberanikan masuk ruang tamu itu.
" assalamualaikum, bunda..." jelasku dengan perasaan gugup
" wa' alaikum salam,knapa berdiri saja..sini masuk." Jelas bundaku,tersenyum kepadaku.
Ku beranikan langkah ini memasuki ruang tamu dan ku mulai menatap wajah tamu yang berada tepat di depanku.
" fara.....sudah besar ya sekarang?? Tanya tamu itu seolah sudah lama mengenalnya
"Alhamdulilah, sekarang fara sudah memasuki masa kuliah." jelas ibunya sembari menyuruhku untuk duduk
Dihadapannya seorang wanita berumur sekitar 20 an memiliki wajah yang sendu ketika di pandang,suaranya tegas seperti prajurit wanita romawi zaman dahulu,kerudung pink yang ia kenakan menambah rona wajahnya yang berwarna sawo matang. wajahnya tampak tak asing baginya namun beberapa kali ia mengingat tak kunjung juga dirinya mengetahui nama gadis yang nampak sempurna ini
"Iya tante, maaf bun,fara harus langsung ke penerbit karena hari ini terakhir pengumpulan deadline." jelasnya dengan nada tergesa gesa karena tetiba bayangan deadline menghantui ingatanku
" ya sudah kalau begitu hati hati ya dijalan." jelas bunda sambil mengambil jajanan yang di berikan mas kepadaku
Panas nya kota jogja beberapa waktu ini membuat banyak orang untuk lebih melakukan aktivitas di dalam ruangan, begitu pula diriku yang lebih memilih naik angkot untuk ke penerbit di banding mengendarai motor yang ada di rumah. Terutama waktu siang,matahari seperti berada tepat di atas kepala ini. Teringat bunda jika dahulu dirinya sering mengeluh karena panas yang tak tertahankan pasti beliau selalu menasehati nya
                                 
    " nok, belum ke arab aja kok sudah sambat, di arab itu panasnya lebih daripada di sini." jelas bunda sambil geleng geleng kepala mendengar keluhan dirinya
     " ya udah bun, fara ke sana nya kalo arab udah dingin aja." jelasnya membalas komentar bunda
Di dalam angkot dia tertawa kecil ketika mengingat percakapan dirinya dengan bunda, semudah itu dahulu dia berkata padahal keadaan dan iklim tidak dapat berubah sesuai kehendak kita. Tanpa dia sadari supir angkot sudah mengetuk pintu angkot sambil menyebut nama redaksi yang ia tuju
  " assalamualaikum" sapanya ketika tiba di ujung bagian informasi
" waalaikum salam, ya Allah fara baru ini kamu keliatan." sahut mbk sofia yang biasa menjaga bag informasi dia pun langsung memeluk fara seakan seabad lamanya gadis ini tak berjumpa dengannya
" iya mbk lagi persiapan deadline di tambah kuliah lagi padat" jelasnya sambil tersenyum melihat tingkah laku mbk sofia
"Eh, iya lupa ra, selama kamu sebulan nggak ke sini,yang gantiin pak arya buat bagian publisher  itu mas hafizh."  Jelasnya sambil memberikan nomer antri kepada fara
" loh pak arya kemana mbk? Tanyanya penasaran  masih menunggu jawaban dari mbk sofia yang masih riweh dengan komputer yang ada di sampingnya
" ada kerjaan sementara di cilacap, tiba tiba tim redaksi minta beliau ke sana" jelas nya terdiam sesaat
" wah padahal pak arya berkompeten banget mbk, apalagi sama penulis naskah, dia bisa sangat mengayomi kita seperti keluarganya sendiri." sesal fara karena tidak sempat menemuinya sebelum beliau pergi
Pak aryo sangat baik di mata para karyawan redaksi, bahkan  penulis naskah pun selalu di bimbing dan di bantu layaknya saudara beliau.banyak yang merasa keberatan saat beliau tiba tiba  mendapat panggilan dari tim redaksi untuk dipindah tugaskan.
“eh, mbk ini antri dulu apa langsung ketuk pintu saja? Tanya fara seketika ingat antri, karena biasanya antrian berjubel karena hari pengumpulan deadline naskah
“ langsung masuk aja mbk, lha wong sepi kantor dari tadi.” Jelas mbk Shofia khas dengan logat jawanya yang medok
Fara tertawa kecil mendengarkan logat jawa mbk sofia, ia sudah menganggap kru dalam penerbit itu sebagai keluarga dan sanak saudaranya, tapi beberapa bulan ini dirinya menghilang karena banyak hantaman pikiran sehingga menyulitkan dirinya dalam menyelesaikan deadline. Ia masih terpaku di depan pintu, tidak biasanya pintu tertutup dan sepi tanpa penghuni, matanya masih celingak celingukan melihat kondisi di dalam ruangan.
Tiba tiba pintu dihadapanya terbuka tepat dihadapanya, seorang laki laki yang baru saja menggantikan posisi pak Arya kini tepat berada didepannya, dengan menatapnya keheranan
“ Assalamualaikum.” Sapa mas hafizh yang masih berdiri di tempatnya
“eh..iya mas, waalaikumsalam” jawabnya masih dalam keadaan terkejut
“mbk nya ada urusan dengan pak aryo atau bagaimana? Tanyanya masih mengaitkan nama pak Aryo, mungkin karena sebagian orang masih bingung dengan pergantian yang terlalu cepat.
“perkenalkan nama saya fara azzahra, saya ke sini mau menyerahkan pengumpulan deadline, mengingat hari ini adalah hari terakhir pengumpulan deadline naskah, dan alhamdulilah saya sudah tau kalo pak aryo sudah berpindah tugas digantikan oleh mas hafidz.” Jawab nya, sekaligus menjawab pertanyaan yang nantinya akan dilontarkan Hafidz
“oh iya, alhamdulilah hanya sementara kok pindah tugasnya, monggo masuk dulu, saya mau lihat lihat naskah anda.” Jelasnya sambil mempersilahkan fara masuk ruangan  
“jadi hanya sementara mas? Tanya fara sekedar basa basi
“iya, saya hanya menggantikan sekitar 3 bulan, dikarenakan posisi disana masih membutuhkan kehadiran pak Aryo.” Jelasnya singkat
Fara lalu menyerahkan beberapa naskah dan juga alamat blog yang ia telah lama tulis, biasanya pak aryo akan mengoreksi pada bagian naskah dan blog milik sang penulis
“sudah berapa lama nulis di penerbit ini?” Tanya hafizh sambil membaca lembaran naskah secara acak
“2 sampai 3 tahunan mas.” Jelas fara sambil mengingat ingat kembali kapan dia mulai magang dan akhirnya resmi menjadi penulis di tempat ini
“alhamdulilah sudah lumayan lama juga anda bergabung di sini, berarti tingkat kepenulisan anda sudah tidak diragukan lagi ya.” Jelasnya sambil merapikan naskah yang tidak beraturan tadi
“tidak juga mas, saya masih perlu mendapatkan bimbingan lebih banyak lagi.” Jawab fara
“kalau saya boleh Tanya, sebenarnya synopsis singkat dari cerita ini apa mbk?” jelas Hafizh dengan nada bicara serius
“sesuai judulnya mas, cerita yang kali ini saya buat itu tentang permintaan gadis kepada ayahnya, ayahnya yang tak kunjung pulang dari perantauan, derita sesungguhnya yang dihadapi gadis ini bukanlah semata masalah finansial atau hal hal yang menyangkut ekonomi, tetapi lebih kepada kepergiaan ayahnya yang tanpa kabar itu adalah derita sesungguhnya bagi gadis di cerita ini.” Jelas fara tanpa berani menatap orang yang berada di hadapanya
“baik…sebenarnya sudah banyak kisah seperti ini, penulis itu punya keunikan masing masing, dan pertanyaan terakhir saya, apa kelebihan cerita anda dibanding cerita yang hampir mirip dengan cerita anda ini.”jelas hafizh




Rabu, 28 Juni 2017

Derap langkah Cinta

Semua manusia berhak memiliki atau menerima hal yang bernama “cinta” tanpa terkecuali,sering kali beberapa orang menghardik dirinya dan memaki hal tersebut.padahal Allah memiliki banyak alasan dan cara untuk menghadirkan hal tersebut, lalu mengapa kita harus menyesal dan sebagainya. Banyak cara untuk mensyukurinya termasuk menjaga hati dan menyerahkan seluruh usaha kita pada Allah
Aku masih memandangi cerpen di depanku,menerka imajinasi apa yang di buat oleh sang penulis, namun konsentrasi ku tiba tiba hilang ketika seseorang memanggil namaku, ah ternyata kak Akmal,aku menatap nya keheranan dia pun juga begitu. Lalu di berjalan menyapaku
                             “belum pulang rei? Sapanya sambil menaruh arsip di kolong meja
                               “ belum kak, kak akmal sendiri kok masih di sini? Tanyaku kembali
                             “ masih ada urusan ketinggalan rei, biasa persiapan buat perlombaan festival” sergahnya
                             “ pantesan kak, dari tadi mondar mandir ke ruangan kelas terus balik ke ruang kepala sekolah” ucapku sok tau
                            “ iya rei emang lagi hetic ini, mumpung kamu disini, aku mau nanya hasil rapat kemarin.” Jelasnya sambil mempersilahkan aku untuk duduk
                            “iya kak gimana?” jelasku sambil merapikan kertas yang berantakan di atas meja
                       “aku mau bertanya kembali tentang konsep yang di pakai untuk festival hari minggu besok ini?” jelas nya
                        “ maksut nya tema valentine ? “ jelasku  langsung paham dengan apa yang dimaksut kak Akmal
                        “ iya rei, bukanya kita yang selalu mengelu elukan bahwa valentine itu tidak  boleh ya, lalu kenapa sekarang kita yang pakai tema itu?” tanyanya panjang lebar
                         “sebenarnya kita nggak murni memakai tema tersebut kak, tapi memang kita menyepadankan dengan hari valentine, bisa di bilang temanya lebih dekat dengan arti kasih sayang sesama umat islam (spread love among muslim people) .” jelasku menjelaskan secara detail tentang arti tema tersebut
                         “ oh jadi gitu ya…, setelah aku pikir piker ternyata kita juga nggak boleh terlalu memandang negative hari valentine tersebut rei, ya…karena anak muda di zaman kita ini memang sudah memasuki era modern yang seperti saat ini.” Jelas kak akmal menambahi penjelasanku
                        “ dakwah nggak muluk muluk soal mimbar aja kak, di saat sekarang ini dakwah sudah harus bias mengakses ke seluruh aspek yang diminati oleh remaja remaja, jika tidak seperti itu dakwah akan selalu diremehkan, karena tidak mampu menyentuh teknologi yang berkembang seperti saat ini.” Imbuhku
                      “ bolehlah, nanti setelah festival kita rembuk lagi masalah ini untuk kemajuan strategi dakwah di kampus kita.” Jelasnya setuju dengan pendapatku

 Perbincanganku dengan kak akmal menjadi penutup hari ku di kampus,sebenarnya aku termasuk wanita yang jarang melakukan interaksi terhadap lawan jenis bahkan terkadang aku hanya sering diam ketika pendapatku tidak searah dengan para anggota ikhwan yang lainnya.namun ketika kita di amanahi sebagai ketua event maka diam bukanlah yang terbaik, karena terkadang pendapat kita harusnya di dengar untuk menambahi beberapa pendapat yang dirasa kurang lengkap.
Hari ini adalah rapat terakhir dari semua rentetan agenda untuk melengkapi proses festival, festival di kampus kami di adakan setiap 2 tahun sekali dan diikuti oleh seluruh UKM yang aktif berstarsipasi dalam pengembangan kampus termasuk FSLDK yang aku kembangkan saat ini.
                           “bagaimana target pencapaian dari persiapan festival?” Tanya kak akmal dengan tatapan mata membidik ke arah kami selaku panitia yang di amanahi untuk festival periode ini
                            “ insha Allah sudah mencapai 80% kak, nanti malam anak anak perempuan mau melanjutkan tugas yang belum selesai .” jelasku memecah keheningan
                             “ apa tidak bahaya jika para akhwat pulang hingga larut malam?” Tanya kak akmal ragu
                          “ insha Allah nanti malam mereka menginap di rumah saya, kak.” Jelasku mantap, berusaha menepis keraguan kak akmal
                             “ baiklah jika begitu, insha Allah saya akan membersamai dalam pengerjaan stand nanti malam, ini termasuk konsekuensi saya karena memberi info terlambat kepada kalian.” Jelas nya sambil menutup rapat festival kali ini
Ririn qurrota a’yun begitulah nama panjangku,namun panggilan yang di kenal teman teman sedari ku kecil hingga saat ini adalah “rei” seorang gadis biasa yang mencari titik tumpu kehidupan, masih ber proses dalam mengejar ketaatan pada Allah. Yang aku yakini dari sekarang bahwa Allah selalu membersamaiNya ketika kita pun yakin bahwa Allah selalu ada untuk kita.banyak dilema dalam manis nya kehidupan begitu juga karang yang tak kan pernah utuh ketika di hempas deburan ombak, begitu juga hati, masalah hati selalu rumit jika kita sebagai makhluknya menganggap nya seperti itu, namun banyak cara untuk meng ilhami bahwa hati di ciptakan oleh Allah bukan untuk membuat kita menjadi sulit.
                      “rei……..” panggil emira dari kejauhan lalu berari kecil mengejarku
                      “ eh mir, kamu ngerasa pas rapat tadi ada yang janggal nggak?” tanyaku sesaat ketika menyadari bahwa percakapan saat rapat tadi terdominasi oleh suara aku dan kak akmal
                     “ nah, itu yang mau aku tanyakan kepadamu” jelasnya seakan tau bahwa aku ingin menanyakan hal yang sama kepadanya
                   “ menurutmu bagaimana?” tanyaku meminta pendapat
                   “ kalau menurutku, kamu sekarang sudah mulai menyampaikan pendapat dengan lawan jenis ya…” jelasnya dengan sedikit menyunggingkan bibir
                 “ maksutmu?” jelasku tak paham
                 “ rei, aku sudah bersahabat dengan mu semenjak SMA, kamu kan seoarang akhwat yang paling menjaga lisan ketika menyampaikan pendapat, sampai sampai kalau di dalam forum kamu sering titip pendapat kepadaku untuk disampaikan.” Jelasnya kali ini dengan senyum mengembang tanda kemenangan
                 “ mir, mungkin itu kebetulan saja Karena aku memegang peran penting dalam rapat forum tadi.” Jelasnya sambil mencubit lengan sahabatnya
Rei memang seorang akhwat yang sangat menjaga lisannya ketika berkata, bahkan dalam menyampaikan pendapat ia rela berdiam diri dan memendam pendapat nya daripada menyampaikannya secara terang terangan di depan para ikhwan. Rasa malu yang dimilikinya memang tumbuh sejak dini,dia selalu terlihat diam di hadapan teman teman sebayanya,dan mungkin hanya orang orang yang dekat dengannya  yang mengetahui bahwa sifat malunya itu hanya terlihat di depan orang orang yang tidak terlalu dekat dengannya dan menurutnya lawan jenis termasuk seseorang asing bagi dirinya.pernah dalam kajian disebutkan bahwa yang baik bagi seorang wanita dan laki laki yang taat pada rabb nya adalah menjaga pandangan di antara satu dengan yang lainnya.
                    "Yakin?? Tanya emira menggoda rei
                    " mir, aku nggak suka bahas yang seperti ini." jelas nya dengan nada kesal
                     "Nanti kita lanjutkanya rei,sekarang aku pergi dulu." katanya sambil berlalu pergi meninggalkan sahabatnya yang masih setengah kesal padanya
              Sepulang dari kampus,rei langsung menyiapkan beberapa bahan untuk melanjutkan progress dari festival yang akan di adakan besok minggu ini,baginya amanah selalu menjadi prioritas dalam melakukan segala hal,tetiba hatinya masih terganggu dengan pernyataan sahabatnya,keraguan berkelebat dalam kepalanya,ia takut keliru dalam bertindak atau berkata.
             

         

Minggu, 16 Agustus 2015

Anime

Hanasaku iroha
Anime yang menceritakan sebuah perjuangan gadis (ohana) yang berjuang untuk mencari jati diri di bawah naungan neneknya...
Ada kisah romantis di mana...( kouchan)sahabat nya sendiri menyatakan cinta kepadanya
Dan juga kisah persahabatan di antara 3 gadis yang berada di penginapan tersebut
Bersama - sama membangun dan memperjuangakan penginapan tersebut
Anime ini terkesan mendidik...karena pembelajaran tentang kehidupan
Bahwa hidup tidak hanya saja bergantung pada kesenangan melainkan dengan usaha yang gigih agar kita selalu meraih kebahagiaan tersebut.
Romantisme yang di jalaninoleh ohana dan kouchan juga memiliki sebuah arti yang manis
Ada sebuah kata- kata diantara mereka berdua yang sampai sekarang selalu saya ingatm.
Ketika kouchan mengatakan kepada ohana..
Bahwa kota ini selalu indah, tetapi aku menyadari bahwa beberapa waktu ini kota ini tak indah seperti dahulu..ternyata kota ini indah jika menikmati nya bersamamu tanpa hal itu hanya menjadi tipuan belaka..
Sungguh anime yang luar biasa kalau menurut saya:)

Jumat, 10 April 2015

English assignment

Home assignment
                                                 My beautiful holiday

I have big plan to my holiday,i face it after my middle exam in first semester.i want go to where my aunt live there,yes that is jakarta,the capital city our country.when my father told to me to go jakarta,i am very happy . I go to jakarta at five AM  with my cousin.before we until bandung ,we usually buy peyem.the traditional food from bandung,it is very sweet and delicious.dont forget to buy tahu sumedang also.we pray  ashar prayer in masjid's bandung.i am very glad when we pass bandung.i look beautiful view around the street.we until jakarta at nine pm .i am very tired and slept well,in thursday we went to the dufan Ancol,the dufan ancol is a place ,where the persons go and having fun there.my brother very happy because there is many tools ,and my brother and i go to the palace of doll,there is many dolls from another country ,we driven the boat and we are very glad.my brother ask me to go to the
"Kincir-kincir angin" we can see the beautiful city from above.my father called  and ask me to go the car,because  my we must have lunch and after this we go back to my aunt's house.
In friday we went to the tanah abang market ,the tanah abang market is the place where the people buy and sell the grossir of clothes .my father order me to buy clothes.i definetly happy and buy some clothes,my mother buy skirt too and shoes.we taking a rest at moment and go back .
Saturday morning we must prepare ourself to go jogjakarta because we still have schedule of school.
After we breakfast,we must prepare our luggage to comeback to house.we driven a car ,we are so tired and slept very well in car.after we slept ,we usually wake up and eat delicious food from brebes the name is " sate bebek" is very delicious and we taken it to home.alhamdulilah we until jogja at 8 pm i am very happy  hapily and after.

Rabu, 08 April 2015

Minggu ke 2 ,english lesson

We learned about evaluations with adjective and with noun on next week if adjective such us we use  " apartments are not big enough for families,the word big as adjective and explain word enough,if noun such us we use sentence " apartment dont have enough parking space, in this sentence the word enough as noun explain the word space.we also learned about capsule hotel,capsule hotel located in japan,if the persons are busy ,they can come and visit capsule hotel to take rest there,the capsule hotel provide bad room,television ,capsule hotel are just as conveinent as apartment ,but the capsule hotel just small room,and we learned use wish+ past tense to refer present wishes.it means if you wish something actually you did not have what we wish now. Such as i wish i did not live with my parents,actually you still live with your parents until now,and you can not leve them,their words just their wish.

Minggu 1

Alhamdulilah i have entered next semester,and i find level 3  to english lesson,my teacher also new,they are miss dila and miss uke,the first time we learned about different past tense and present perfect,if past tense verb 2 and tobe if present perfect we use have + verb 3,if past tense we usually use time such as last week,last night and other,if present perfect we use time such as two year ago,or sometime there is not the time in sentence.when person ask you " where were you born?" You answer it by " i was born in yogyakarta,and we also studied about used to..this is the different from past habit and present habit,such as i used to play badminton ,now i never play it,it means there is changing from past habit to present habit.

Bahasa inggris

Last week,1 april 2015 minggu ke 4
I studied about modals last week,we make our schedule when we visit western or when our friend visit that place.the first time i am very dizzy because i dont know about the homework,but i must give that presentation,alhamdulilh i have done it with my friend.after that describe about paraguay clock,what should we do there,and where we can take a beautiful pictures.so in friday i studied about requestion the example: i dont have money,give me money to buy a car...and my friend answer it,sorry i dont have money too.And alhamdulilah i i undersatand with the lesson^_^¦¦¦