Semua manusia berhak
memiliki atau menerima hal yang bernama “cinta” tanpa terkecuali,sering kali
beberapa orang menghardik dirinya dan memaki hal tersebut.padahal Allah
memiliki banyak alasan dan cara untuk menghadirkan hal tersebut, lalu mengapa
kita harus menyesal dan sebagainya. Banyak cara untuk mensyukurinya termasuk
menjaga hati dan menyerahkan seluruh usaha kita pada Allah
Aku masih memandangi
cerpen di depanku,menerka imajinasi apa yang di buat oleh sang penulis, namun
konsentrasi ku tiba tiba hilang ketika seseorang memanggil namaku, ah ternyata
kak Akmal,aku menatap nya keheranan dia pun juga begitu. Lalu di berjalan
menyapaku
“belum pulang rei?
Sapanya sambil menaruh arsip di kolong meja
“ belum kak, kak
akmal sendiri kok masih di sini? Tanyaku kembali
“ masih ada urusan
ketinggalan rei, biasa persiapan buat perlombaan festival” sergahnya
“ pantesan kak, dari
tadi mondar mandir ke ruangan kelas terus balik ke ruang kepala sekolah” ucapku
sok tau
“ iya rei emang
lagi hetic ini, mumpung kamu disini, aku mau nanya hasil rapat kemarin.” Jelasnya
sambil mempersilahkan aku untuk duduk
“iya kak gimana?”
jelasku sambil merapikan kertas yang berantakan di atas meja
“aku mau bertanya
kembali tentang konsep yang di pakai untuk festival hari minggu besok ini?”
jelas nya
“ maksut nya tema valentine
? “ jelasku langsung paham dengan apa
yang dimaksut kak Akmal
“ iya rei, bukanya kita
yang selalu mengelu elukan bahwa valentine itu tidak boleh ya, lalu kenapa sekarang kita yang
pakai tema itu?” tanyanya panjang lebar
“sebenarnya kita nggak
murni memakai tema tersebut kak, tapi memang kita menyepadankan dengan hari valentine,
bisa di bilang temanya lebih dekat dengan arti kasih sayang sesama umat islam
(spread love among muslim people) .” jelasku menjelaskan secara detail tentang
arti tema tersebut
“ oh jadi gitu ya…,
setelah aku pikir piker ternyata kita juga nggak boleh terlalu memandang
negative hari valentine tersebut rei, ya…karena anak muda di zaman kita ini
memang sudah memasuki era modern yang seperti saat ini.” Jelas kak akmal
menambahi penjelasanku
“ dakwah nggak muluk
muluk soal mimbar aja kak, di saat sekarang ini dakwah sudah harus bias mengakses
ke seluruh aspek yang diminati oleh remaja remaja, jika tidak seperti itu dakwah
akan selalu diremehkan, karena tidak mampu menyentuh teknologi yang berkembang
seperti saat ini.” Imbuhku
“ bolehlah, nanti setelah
festival kita rembuk lagi masalah ini untuk kemajuan strategi dakwah di kampus
kita.” Jelasnya setuju dengan pendapatku
Perbincanganku dengan kak akmal menjadi
penutup hari ku di kampus,sebenarnya aku termasuk wanita yang jarang melakukan
interaksi terhadap lawan jenis bahkan terkadang aku hanya sering diam ketika
pendapatku tidak searah dengan para anggota ikhwan yang lainnya.namun ketika
kita di amanahi sebagai ketua event maka diam bukanlah yang terbaik, karena
terkadang pendapat kita harusnya di dengar untuk menambahi beberapa pendapat
yang dirasa kurang lengkap.
Hari ini adalah rapat
terakhir dari semua rentetan agenda untuk melengkapi proses festival, festival
di kampus kami di adakan setiap 2 tahun sekali dan diikuti oleh seluruh UKM
yang aktif berstarsipasi dalam pengembangan kampus termasuk FSLDK yang aku
kembangkan saat ini.
“bagaimana target
pencapaian dari persiapan festival?” Tanya kak akmal dengan tatapan mata
membidik ke arah kami selaku panitia yang di amanahi untuk festival periode ini
“ insha Allah sudah
mencapai 80% kak, nanti malam anak anak perempuan mau melanjutkan tugas yang
belum selesai .” jelasku memecah keheningan
“ apa tidak bahaya
jika para akhwat pulang hingga larut malam?” Tanya kak akmal ragu
“ insha Allah nanti
malam mereka menginap di rumah saya, kak.” Jelasku mantap, berusaha menepis
keraguan kak akmal
“ baiklah jika
begitu, insha Allah saya akan membersamai dalam pengerjaan stand nanti malam,
ini termasuk konsekuensi saya karena memberi info terlambat kepada kalian.”
Jelas nya sambil menutup rapat festival kali ini
Ririn qurrota a’yun
begitulah nama panjangku,namun panggilan yang di kenal teman teman sedari ku
kecil hingga saat ini adalah “rei” seorang gadis biasa yang mencari titik tumpu
kehidupan, masih ber proses dalam mengejar ketaatan pada Allah. Yang aku yakini
dari sekarang bahwa Allah selalu membersamaiNya ketika kita pun yakin bahwa
Allah selalu ada untuk kita.banyak dilema dalam manis nya kehidupan begitu juga
karang yang tak kan pernah utuh ketika di hempas deburan ombak, begitu juga
hati, masalah hati selalu rumit jika kita sebagai makhluknya menganggap nya
seperti itu, namun banyak cara untuk meng ilhami bahwa hati di ciptakan oleh
Allah bukan untuk membuat kita menjadi sulit.
“rei……..” panggil emira
dari kejauhan lalu berari kecil mengejarku
“ eh mir, kamu ngerasa
pas rapat tadi ada yang janggal nggak?” tanyaku sesaat ketika menyadari bahwa
percakapan saat rapat tadi terdominasi oleh suara aku dan kak akmal
“ nah, itu yang mau aku
tanyakan kepadamu” jelasnya seakan tau bahwa aku ingin menanyakan hal yang sama
kepadanya
“ menurutmu bagaimana?”
tanyaku meminta pendapat
“ kalau menurutku, kamu
sekarang sudah mulai menyampaikan pendapat dengan lawan jenis ya…” jelasnya
dengan sedikit menyunggingkan bibir
“ maksutmu?” jelasku tak paham
“ rei, aku sudah bersahabat
dengan mu semenjak SMA, kamu kan seoarang akhwat yang paling menjaga lisan
ketika menyampaikan pendapat, sampai sampai kalau di dalam forum kamu sering
titip pendapat kepadaku untuk disampaikan.” Jelasnya kali ini dengan senyum
mengembang tanda kemenangan
“ mir, mungkin itu kebetulan
saja Karena aku memegang peran penting dalam rapat forum tadi.” Jelasnya sambil
mencubit lengan sahabatnya
Rei memang seorang
akhwat yang sangat menjaga lisannya ketika berkata, bahkan dalam menyampaikan
pendapat ia rela berdiam diri dan memendam pendapat nya daripada
menyampaikannya secara terang terangan di depan para ikhwan. Rasa malu yang
dimilikinya memang tumbuh sejak dini,dia selalu terlihat diam di hadapan teman
teman sebayanya,dan mungkin hanya orang orang yang dekat dengannya yang mengetahui bahwa sifat malunya itu hanya
terlihat di depan orang orang yang tidak terlalu dekat dengannya dan menurutnya lawan jenis termasuk seseorang asing bagi dirinya.pernah dalam kajian disebutkan bahwa yang baik bagi seorang wanita dan laki laki yang taat pada rabb nya adalah menjaga pandangan di antara satu dengan yang lainnya.
"Yakin?? Tanya emira menggoda rei
" mir, aku nggak suka bahas yang seperti ini." jelas nya dengan nada kesal
"Nanti kita lanjutkanya rei,sekarang aku pergi dulu." katanya sambil berlalu pergi meninggalkan sahabatnya yang masih setengah kesal padanya
Sepulang dari kampus,rei langsung menyiapkan beberapa bahan untuk melanjutkan progress dari festival yang akan di adakan besok minggu ini,baginya amanah selalu menjadi prioritas dalam melakukan segala hal,tetiba hatinya masih terganggu dengan pernyataan sahabatnya,keraguan berkelebat dalam kepalanya,ia takut keliru dalam bertindak atau berkata.