Rabu, 28 Juni 2017

Derap langkah Cinta

Semua manusia berhak memiliki atau menerima hal yang bernama “cinta” tanpa terkecuali,sering kali beberapa orang menghardik dirinya dan memaki hal tersebut.padahal Allah memiliki banyak alasan dan cara untuk menghadirkan hal tersebut, lalu mengapa kita harus menyesal dan sebagainya. Banyak cara untuk mensyukurinya termasuk menjaga hati dan menyerahkan seluruh usaha kita pada Allah
Aku masih memandangi cerpen di depanku,menerka imajinasi apa yang di buat oleh sang penulis, namun konsentrasi ku tiba tiba hilang ketika seseorang memanggil namaku, ah ternyata kak Akmal,aku menatap nya keheranan dia pun juga begitu. Lalu di berjalan menyapaku
                             “belum pulang rei? Sapanya sambil menaruh arsip di kolong meja
                               “ belum kak, kak akmal sendiri kok masih di sini? Tanyaku kembali
                             “ masih ada urusan ketinggalan rei, biasa persiapan buat perlombaan festival” sergahnya
                             “ pantesan kak, dari tadi mondar mandir ke ruangan kelas terus balik ke ruang kepala sekolah” ucapku sok tau
                            “ iya rei emang lagi hetic ini, mumpung kamu disini, aku mau nanya hasil rapat kemarin.” Jelasnya sambil mempersilahkan aku untuk duduk
                            “iya kak gimana?” jelasku sambil merapikan kertas yang berantakan di atas meja
                       “aku mau bertanya kembali tentang konsep yang di pakai untuk festival hari minggu besok ini?” jelas nya
                        “ maksut nya tema valentine ? “ jelasku  langsung paham dengan apa yang dimaksut kak Akmal
                        “ iya rei, bukanya kita yang selalu mengelu elukan bahwa valentine itu tidak  boleh ya, lalu kenapa sekarang kita yang pakai tema itu?” tanyanya panjang lebar
                         “sebenarnya kita nggak murni memakai tema tersebut kak, tapi memang kita menyepadankan dengan hari valentine, bisa di bilang temanya lebih dekat dengan arti kasih sayang sesama umat islam (spread love among muslim people) .” jelasku menjelaskan secara detail tentang arti tema tersebut
                         “ oh jadi gitu ya…, setelah aku pikir piker ternyata kita juga nggak boleh terlalu memandang negative hari valentine tersebut rei, ya…karena anak muda di zaman kita ini memang sudah memasuki era modern yang seperti saat ini.” Jelas kak akmal menambahi penjelasanku
                        “ dakwah nggak muluk muluk soal mimbar aja kak, di saat sekarang ini dakwah sudah harus bias mengakses ke seluruh aspek yang diminati oleh remaja remaja, jika tidak seperti itu dakwah akan selalu diremehkan, karena tidak mampu menyentuh teknologi yang berkembang seperti saat ini.” Imbuhku
                      “ bolehlah, nanti setelah festival kita rembuk lagi masalah ini untuk kemajuan strategi dakwah di kampus kita.” Jelasnya setuju dengan pendapatku

 Perbincanganku dengan kak akmal menjadi penutup hari ku di kampus,sebenarnya aku termasuk wanita yang jarang melakukan interaksi terhadap lawan jenis bahkan terkadang aku hanya sering diam ketika pendapatku tidak searah dengan para anggota ikhwan yang lainnya.namun ketika kita di amanahi sebagai ketua event maka diam bukanlah yang terbaik, karena terkadang pendapat kita harusnya di dengar untuk menambahi beberapa pendapat yang dirasa kurang lengkap.
Hari ini adalah rapat terakhir dari semua rentetan agenda untuk melengkapi proses festival, festival di kampus kami di adakan setiap 2 tahun sekali dan diikuti oleh seluruh UKM yang aktif berstarsipasi dalam pengembangan kampus termasuk FSLDK yang aku kembangkan saat ini.
                           “bagaimana target pencapaian dari persiapan festival?” Tanya kak akmal dengan tatapan mata membidik ke arah kami selaku panitia yang di amanahi untuk festival periode ini
                            “ insha Allah sudah mencapai 80% kak, nanti malam anak anak perempuan mau melanjutkan tugas yang belum selesai .” jelasku memecah keheningan
                             “ apa tidak bahaya jika para akhwat pulang hingga larut malam?” Tanya kak akmal ragu
                          “ insha Allah nanti malam mereka menginap di rumah saya, kak.” Jelasku mantap, berusaha menepis keraguan kak akmal
                             “ baiklah jika begitu, insha Allah saya akan membersamai dalam pengerjaan stand nanti malam, ini termasuk konsekuensi saya karena memberi info terlambat kepada kalian.” Jelas nya sambil menutup rapat festival kali ini
Ririn qurrota a’yun begitulah nama panjangku,namun panggilan yang di kenal teman teman sedari ku kecil hingga saat ini adalah “rei” seorang gadis biasa yang mencari titik tumpu kehidupan, masih ber proses dalam mengejar ketaatan pada Allah. Yang aku yakini dari sekarang bahwa Allah selalu membersamaiNya ketika kita pun yakin bahwa Allah selalu ada untuk kita.banyak dilema dalam manis nya kehidupan begitu juga karang yang tak kan pernah utuh ketika di hempas deburan ombak, begitu juga hati, masalah hati selalu rumit jika kita sebagai makhluknya menganggap nya seperti itu, namun banyak cara untuk meng ilhami bahwa hati di ciptakan oleh Allah bukan untuk membuat kita menjadi sulit.
                      “rei……..” panggil emira dari kejauhan lalu berari kecil mengejarku
                      “ eh mir, kamu ngerasa pas rapat tadi ada yang janggal nggak?” tanyaku sesaat ketika menyadari bahwa percakapan saat rapat tadi terdominasi oleh suara aku dan kak akmal
                     “ nah, itu yang mau aku tanyakan kepadamu” jelasnya seakan tau bahwa aku ingin menanyakan hal yang sama kepadanya
                   “ menurutmu bagaimana?” tanyaku meminta pendapat
                   “ kalau menurutku, kamu sekarang sudah mulai menyampaikan pendapat dengan lawan jenis ya…” jelasnya dengan sedikit menyunggingkan bibir
                 “ maksutmu?” jelasku tak paham
                 “ rei, aku sudah bersahabat dengan mu semenjak SMA, kamu kan seoarang akhwat yang paling menjaga lisan ketika menyampaikan pendapat, sampai sampai kalau di dalam forum kamu sering titip pendapat kepadaku untuk disampaikan.” Jelasnya kali ini dengan senyum mengembang tanda kemenangan
                 “ mir, mungkin itu kebetulan saja Karena aku memegang peran penting dalam rapat forum tadi.” Jelasnya sambil mencubit lengan sahabatnya
Rei memang seorang akhwat yang sangat menjaga lisannya ketika berkata, bahkan dalam menyampaikan pendapat ia rela berdiam diri dan memendam pendapat nya daripada menyampaikannya secara terang terangan di depan para ikhwan. Rasa malu yang dimilikinya memang tumbuh sejak dini,dia selalu terlihat diam di hadapan teman teman sebayanya,dan mungkin hanya orang orang yang dekat dengannya  yang mengetahui bahwa sifat malunya itu hanya terlihat di depan orang orang yang tidak terlalu dekat dengannya dan menurutnya lawan jenis termasuk seseorang asing bagi dirinya.pernah dalam kajian disebutkan bahwa yang baik bagi seorang wanita dan laki laki yang taat pada rabb nya adalah menjaga pandangan di antara satu dengan yang lainnya.
                    "Yakin?? Tanya emira menggoda rei
                    " mir, aku nggak suka bahas yang seperti ini." jelas nya dengan nada kesal
                     "Nanti kita lanjutkanya rei,sekarang aku pergi dulu." katanya sambil berlalu pergi meninggalkan sahabatnya yang masih setengah kesal padanya
              Sepulang dari kampus,rei langsung menyiapkan beberapa bahan untuk melanjutkan progress dari festival yang akan di adakan besok minggu ini,baginya amanah selalu menjadi prioritas dalam melakukan segala hal,tetiba hatinya masih terganggu dengan pernyataan sahabatnya,keraguan berkelebat dalam kepalanya,ia takut keliru dalam bertindak atau berkata.