Minggu, 24 Juni 2018

Menjemput Pelangi

                                        Menjemput Pelangi
Kebahagiaan itu ibarat pelangi, tidak akan pernah di dapat jika tanpa adanya jemputan, jadi jemput saja bahagia milik kita masing masing,definisinya pun berbeda, tidak akan pernah berbahagia kita jika tanpa ikhlas dan syukur atas keadaan dan kondisi yang kita tuai. Lalu seperti apa definisi pelangi milik kita masing masing? Hanya kita yang mengetahui, maka jemputlah hal hal itu
Part 1 :Bertemu
Jam di tangan Fara berdetak lebih cepat, ia mulai panik bercampur bosan karena hampir 1 jam dirinya menunggu kakaknya yang tak kunjung datang, hiruk pikuk pedagang kaki lima memenuhi jalan yang tadinya sepi menjadi ramai karena kehadiran mereka, beberapa menit kemudian dirinya menghela nafas lega,karena mobil sedan putih milik sang empu yang ditunggu tiba dan mulai memarkirkan mobilnya tepat didepan dirinya
“ hi …bother..soo long to waiting you.” Jelas Fara dengan bermuka masam
“ sorry ,,tadi mas beli makanan dulu,karena bunda telepon,di rumah sedang ada tamu.” Jelas Raka sambil mengajak fara naik mobil
“ tamu,,siapa mas? Jelas Fara sambil mulai mengeluarkan kertas yang nantinya akan di edit
“temanya bunda,eh..kamu mau ke penerbit apa mau pulang?” Tanya Raka
“ pulang dulu lah mas,nanti fara naek angkot juga g papa ke penerbitnya.” Jelas Fara tak mau membebani antar jemput masnya
Perjalanan panjang selalu menghadirkan berbagai potong kisah, terutama tentang keluarga yang sudah 5 tahun ini di tinggal ayah pergi dan hilang ditelan waktu dan kabar, sehingga mereka tak mendengar sedikitpun tentang keberadaan ayahnya, Fara hanya mengetahui bahwa ayah sedang mencari nafkah di negri seberang sana,entah itu suatu  kebenaran ataupu hanya ilusi yang  bunda ciptakan agar anak anaknya  tidak kecewa terhadap ayah, alhasil kami semua mencoba untuk mencari uang sendiri untuk segala kebutuhan,daripada menunggu kiriman dari ayah mereka yang tak kunjung datang, meskipun begitu bunda masih percaya bahwa ayah sibuk bekerja di luar sana, Bunda memang memiliki hati yang tegar, untuk tetap percaya dan menunggu hingga kepulangan ayah tiba.dan saat ini yang mampu fara lakukan untuk mencari uang adalah dengan menulis lembar perlembar kata yang berkembang menjadi berbagai kisah yang bersumber dari segala khayalnya serta imajinasi buatan miliknya
“dek,makananya di bawa yaa…mas mau langsung ke tempat kerja lagi.” Jelas Raka sambil  tersenyum
“ oke..hati-hati yaa mas.” Balas Fara
Ku lihat di depan halaman rumahku,ada mobil sedan putih ,aku pun bertanya-tanya sendiri,siapakah tamu ini,apa ayah yang telah kembali ,karena aku tak pernah melihat mobil ini datang ke rumahku sebelumya,jika ayahku kenapa mas akmal tidak bercerita akan kedatangan ayahku,entah jika itu ayahku,mungkin aku tak ingin menebar senyum kepadanya karena dia terlalu tega meninggalkan kami tanpa adanya kabar dari nya selama bertahun-tahun,aku belum berani memasuki ruang tamu,masih terdiam dengan khayalan tentang ayahku yang datang kembali,aih..lagi-lagi khayalanku tidak tepat pada saat ini,aku pun memberanikan masuk ruang tamu itu.
" assalamualaikum, bunda..." jelasku dengan perasaan gugup
" wa' alaikum salam,knapa berdiri saja..sini masuk." Jelas bundaku,tersenyum kepadaku.
Ku beranikan langkah ini memasuki ruang tamu dan ku mulai menatap wajah tamu yang berada tepat di depanku.
" fara.....sudah besar ya sekarang?? Tanya tamu itu seolah sudah lama mengenalnya
"Alhamdulilah, sekarang fara sudah memasuki masa kuliah." jelas ibunya sembari menyuruhku untuk duduk
Dihadapannya seorang wanita berumur sekitar 20 an memiliki wajah yang sendu ketika di pandang,suaranya tegas seperti prajurit wanita romawi zaman dahulu,kerudung pink yang ia kenakan menambah rona wajahnya yang berwarna sawo matang. wajahnya tampak tak asing baginya namun beberapa kali ia mengingat tak kunjung juga dirinya mengetahui nama gadis yang nampak sempurna ini
"Iya tante, maaf bun,fara harus langsung ke penerbit karena hari ini terakhir pengumpulan deadline." jelasnya dengan nada tergesa gesa karena tetiba bayangan deadline menghantui ingatanku
" ya sudah kalau begitu hati hati ya dijalan." jelas bunda sambil mengambil jajanan yang di berikan mas kepadaku
Panas nya kota jogja beberapa waktu ini membuat banyak orang untuk lebih melakukan aktivitas di dalam ruangan, begitu pula diriku yang lebih memilih naik angkot untuk ke penerbit di banding mengendarai motor yang ada di rumah. Terutama waktu siang,matahari seperti berada tepat di atas kepala ini. Teringat bunda jika dahulu dirinya sering mengeluh karena panas yang tak tertahankan pasti beliau selalu menasehati nya
                                 
    " nok, belum ke arab aja kok sudah sambat, di arab itu panasnya lebih daripada di sini." jelas bunda sambil geleng geleng kepala mendengar keluhan dirinya
     " ya udah bun, fara ke sana nya kalo arab udah dingin aja." jelasnya membalas komentar bunda
Di dalam angkot dia tertawa kecil ketika mengingat percakapan dirinya dengan bunda, semudah itu dahulu dia berkata padahal keadaan dan iklim tidak dapat berubah sesuai kehendak kita. Tanpa dia sadari supir angkot sudah mengetuk pintu angkot sambil menyebut nama redaksi yang ia tuju
  " assalamualaikum" sapanya ketika tiba di ujung bagian informasi
" waalaikum salam, ya Allah fara baru ini kamu keliatan." sahut mbk sofia yang biasa menjaga bag informasi dia pun langsung memeluk fara seakan seabad lamanya gadis ini tak berjumpa dengannya
" iya mbk lagi persiapan deadline di tambah kuliah lagi padat" jelasnya sambil tersenyum melihat tingkah laku mbk sofia
"Eh, iya lupa ra, selama kamu sebulan nggak ke sini,yang gantiin pak arya buat bagian publisher  itu mas hafizh."  Jelasnya sambil memberikan nomer antri kepada fara
" loh pak arya kemana mbk? Tanyanya penasaran  masih menunggu jawaban dari mbk sofia yang masih riweh dengan komputer yang ada di sampingnya
" ada kerjaan sementara di cilacap, tiba tiba tim redaksi minta beliau ke sana" jelas nya terdiam sesaat
" wah padahal pak arya berkompeten banget mbk, apalagi sama penulis naskah, dia bisa sangat mengayomi kita seperti keluarganya sendiri." sesal fara karena tidak sempat menemuinya sebelum beliau pergi
Pak aryo sangat baik di mata para karyawan redaksi, bahkan  penulis naskah pun selalu di bimbing dan di bantu layaknya saudara beliau.banyak yang merasa keberatan saat beliau tiba tiba  mendapat panggilan dari tim redaksi untuk dipindah tugaskan.
“eh, mbk ini antri dulu apa langsung ketuk pintu saja? Tanya fara seketika ingat antri, karena biasanya antrian berjubel karena hari pengumpulan deadline naskah
“ langsung masuk aja mbk, lha wong sepi kantor dari tadi.” Jelas mbk Shofia khas dengan logat jawanya yang medok
Fara tertawa kecil mendengarkan logat jawa mbk sofia, ia sudah menganggap kru dalam penerbit itu sebagai keluarga dan sanak saudaranya, tapi beberapa bulan ini dirinya menghilang karena banyak hantaman pikiran sehingga menyulitkan dirinya dalam menyelesaikan deadline. Ia masih terpaku di depan pintu, tidak biasanya pintu tertutup dan sepi tanpa penghuni, matanya masih celingak celingukan melihat kondisi di dalam ruangan.
Tiba tiba pintu dihadapanya terbuka tepat dihadapanya, seorang laki laki yang baru saja menggantikan posisi pak Arya kini tepat berada didepannya, dengan menatapnya keheranan
“ Assalamualaikum.” Sapa mas hafizh yang masih berdiri di tempatnya
“eh..iya mas, waalaikumsalam” jawabnya masih dalam keadaan terkejut
“mbk nya ada urusan dengan pak aryo atau bagaimana? Tanyanya masih mengaitkan nama pak Aryo, mungkin karena sebagian orang masih bingung dengan pergantian yang terlalu cepat.
“perkenalkan nama saya fara azzahra, saya ke sini mau menyerahkan pengumpulan deadline, mengingat hari ini adalah hari terakhir pengumpulan deadline naskah, dan alhamdulilah saya sudah tau kalo pak aryo sudah berpindah tugas digantikan oleh mas hafidz.” Jawab nya, sekaligus menjawab pertanyaan yang nantinya akan dilontarkan Hafidz
“oh iya, alhamdulilah hanya sementara kok pindah tugasnya, monggo masuk dulu, saya mau lihat lihat naskah anda.” Jelasnya sambil mempersilahkan fara masuk ruangan  
“jadi hanya sementara mas? Tanya fara sekedar basa basi
“iya, saya hanya menggantikan sekitar 3 bulan, dikarenakan posisi disana masih membutuhkan kehadiran pak Aryo.” Jelasnya singkat
Fara lalu menyerahkan beberapa naskah dan juga alamat blog yang ia telah lama tulis, biasanya pak aryo akan mengoreksi pada bagian naskah dan blog milik sang penulis
“sudah berapa lama nulis di penerbit ini?” Tanya hafizh sambil membaca lembaran naskah secara acak
“2 sampai 3 tahunan mas.” Jelas fara sambil mengingat ingat kembali kapan dia mulai magang dan akhirnya resmi menjadi penulis di tempat ini
“alhamdulilah sudah lumayan lama juga anda bergabung di sini, berarti tingkat kepenulisan anda sudah tidak diragukan lagi ya.” Jelasnya sambil merapikan naskah yang tidak beraturan tadi
“tidak juga mas, saya masih perlu mendapatkan bimbingan lebih banyak lagi.” Jawab fara
“kalau saya boleh Tanya, sebenarnya synopsis singkat dari cerita ini apa mbk?” jelas Hafizh dengan nada bicara serius
“sesuai judulnya mas, cerita yang kali ini saya buat itu tentang permintaan gadis kepada ayahnya, ayahnya yang tak kunjung pulang dari perantauan, derita sesungguhnya yang dihadapi gadis ini bukanlah semata masalah finansial atau hal hal yang menyangkut ekonomi, tetapi lebih kepada kepergiaan ayahnya yang tanpa kabar itu adalah derita sesungguhnya bagi gadis di cerita ini.” Jelas fara tanpa berani menatap orang yang berada di hadapanya
“baik…sebenarnya sudah banyak kisah seperti ini, penulis itu punya keunikan masing masing, dan pertanyaan terakhir saya, apa kelebihan cerita anda dibanding cerita yang hampir mirip dengan cerita anda ini.”jelas hafizh




Rabu, 28 Juni 2017

Derap langkah Cinta

Semua manusia berhak memiliki atau menerima hal yang bernama “cinta” tanpa terkecuali,sering kali beberapa orang menghardik dirinya dan memaki hal tersebut.padahal Allah memiliki banyak alasan dan cara untuk menghadirkan hal tersebut, lalu mengapa kita harus menyesal dan sebagainya. Banyak cara untuk mensyukurinya termasuk menjaga hati dan menyerahkan seluruh usaha kita pada Allah
Aku masih memandangi cerpen di depanku,menerka imajinasi apa yang di buat oleh sang penulis, namun konsentrasi ku tiba tiba hilang ketika seseorang memanggil namaku, ah ternyata kak Akmal,aku menatap nya keheranan dia pun juga begitu. Lalu di berjalan menyapaku
                             “belum pulang rei? Sapanya sambil menaruh arsip di kolong meja
                               “ belum kak, kak akmal sendiri kok masih di sini? Tanyaku kembali
                             “ masih ada urusan ketinggalan rei, biasa persiapan buat perlombaan festival” sergahnya
                             “ pantesan kak, dari tadi mondar mandir ke ruangan kelas terus balik ke ruang kepala sekolah” ucapku sok tau
                            “ iya rei emang lagi hetic ini, mumpung kamu disini, aku mau nanya hasil rapat kemarin.” Jelasnya sambil mempersilahkan aku untuk duduk
                            “iya kak gimana?” jelasku sambil merapikan kertas yang berantakan di atas meja
                       “aku mau bertanya kembali tentang konsep yang di pakai untuk festival hari minggu besok ini?” jelas nya
                        “ maksut nya tema valentine ? “ jelasku  langsung paham dengan apa yang dimaksut kak Akmal
                        “ iya rei, bukanya kita yang selalu mengelu elukan bahwa valentine itu tidak  boleh ya, lalu kenapa sekarang kita yang pakai tema itu?” tanyanya panjang lebar
                         “sebenarnya kita nggak murni memakai tema tersebut kak, tapi memang kita menyepadankan dengan hari valentine, bisa di bilang temanya lebih dekat dengan arti kasih sayang sesama umat islam (spread love among muslim people) .” jelasku menjelaskan secara detail tentang arti tema tersebut
                         “ oh jadi gitu ya…, setelah aku pikir piker ternyata kita juga nggak boleh terlalu memandang negative hari valentine tersebut rei, ya…karena anak muda di zaman kita ini memang sudah memasuki era modern yang seperti saat ini.” Jelas kak akmal menambahi penjelasanku
                        “ dakwah nggak muluk muluk soal mimbar aja kak, di saat sekarang ini dakwah sudah harus bias mengakses ke seluruh aspek yang diminati oleh remaja remaja, jika tidak seperti itu dakwah akan selalu diremehkan, karena tidak mampu menyentuh teknologi yang berkembang seperti saat ini.” Imbuhku
                      “ bolehlah, nanti setelah festival kita rembuk lagi masalah ini untuk kemajuan strategi dakwah di kampus kita.” Jelasnya setuju dengan pendapatku

 Perbincanganku dengan kak akmal menjadi penutup hari ku di kampus,sebenarnya aku termasuk wanita yang jarang melakukan interaksi terhadap lawan jenis bahkan terkadang aku hanya sering diam ketika pendapatku tidak searah dengan para anggota ikhwan yang lainnya.namun ketika kita di amanahi sebagai ketua event maka diam bukanlah yang terbaik, karena terkadang pendapat kita harusnya di dengar untuk menambahi beberapa pendapat yang dirasa kurang lengkap.
Hari ini adalah rapat terakhir dari semua rentetan agenda untuk melengkapi proses festival, festival di kampus kami di adakan setiap 2 tahun sekali dan diikuti oleh seluruh UKM yang aktif berstarsipasi dalam pengembangan kampus termasuk FSLDK yang aku kembangkan saat ini.
                           “bagaimana target pencapaian dari persiapan festival?” Tanya kak akmal dengan tatapan mata membidik ke arah kami selaku panitia yang di amanahi untuk festival periode ini
                            “ insha Allah sudah mencapai 80% kak, nanti malam anak anak perempuan mau melanjutkan tugas yang belum selesai .” jelasku memecah keheningan
                             “ apa tidak bahaya jika para akhwat pulang hingga larut malam?” Tanya kak akmal ragu
                          “ insha Allah nanti malam mereka menginap di rumah saya, kak.” Jelasku mantap, berusaha menepis keraguan kak akmal
                             “ baiklah jika begitu, insha Allah saya akan membersamai dalam pengerjaan stand nanti malam, ini termasuk konsekuensi saya karena memberi info terlambat kepada kalian.” Jelas nya sambil menutup rapat festival kali ini
Ririn qurrota a’yun begitulah nama panjangku,namun panggilan yang di kenal teman teman sedari ku kecil hingga saat ini adalah “rei” seorang gadis biasa yang mencari titik tumpu kehidupan, masih ber proses dalam mengejar ketaatan pada Allah. Yang aku yakini dari sekarang bahwa Allah selalu membersamaiNya ketika kita pun yakin bahwa Allah selalu ada untuk kita.banyak dilema dalam manis nya kehidupan begitu juga karang yang tak kan pernah utuh ketika di hempas deburan ombak, begitu juga hati, masalah hati selalu rumit jika kita sebagai makhluknya menganggap nya seperti itu, namun banyak cara untuk meng ilhami bahwa hati di ciptakan oleh Allah bukan untuk membuat kita menjadi sulit.
                      “rei……..” panggil emira dari kejauhan lalu berari kecil mengejarku
                      “ eh mir, kamu ngerasa pas rapat tadi ada yang janggal nggak?” tanyaku sesaat ketika menyadari bahwa percakapan saat rapat tadi terdominasi oleh suara aku dan kak akmal
                     “ nah, itu yang mau aku tanyakan kepadamu” jelasnya seakan tau bahwa aku ingin menanyakan hal yang sama kepadanya
                   “ menurutmu bagaimana?” tanyaku meminta pendapat
                   “ kalau menurutku, kamu sekarang sudah mulai menyampaikan pendapat dengan lawan jenis ya…” jelasnya dengan sedikit menyunggingkan bibir
                 “ maksutmu?” jelasku tak paham
                 “ rei, aku sudah bersahabat dengan mu semenjak SMA, kamu kan seoarang akhwat yang paling menjaga lisan ketika menyampaikan pendapat, sampai sampai kalau di dalam forum kamu sering titip pendapat kepadaku untuk disampaikan.” Jelasnya kali ini dengan senyum mengembang tanda kemenangan
                 “ mir, mungkin itu kebetulan saja Karena aku memegang peran penting dalam rapat forum tadi.” Jelasnya sambil mencubit lengan sahabatnya
Rei memang seorang akhwat yang sangat menjaga lisannya ketika berkata, bahkan dalam menyampaikan pendapat ia rela berdiam diri dan memendam pendapat nya daripada menyampaikannya secara terang terangan di depan para ikhwan. Rasa malu yang dimilikinya memang tumbuh sejak dini,dia selalu terlihat diam di hadapan teman teman sebayanya,dan mungkin hanya orang orang yang dekat dengannya  yang mengetahui bahwa sifat malunya itu hanya terlihat di depan orang orang yang tidak terlalu dekat dengannya dan menurutnya lawan jenis termasuk seseorang asing bagi dirinya.pernah dalam kajian disebutkan bahwa yang baik bagi seorang wanita dan laki laki yang taat pada rabb nya adalah menjaga pandangan di antara satu dengan yang lainnya.
                    "Yakin?? Tanya emira menggoda rei
                    " mir, aku nggak suka bahas yang seperti ini." jelas nya dengan nada kesal
                     "Nanti kita lanjutkanya rei,sekarang aku pergi dulu." katanya sambil berlalu pergi meninggalkan sahabatnya yang masih setengah kesal padanya
              Sepulang dari kampus,rei langsung menyiapkan beberapa bahan untuk melanjutkan progress dari festival yang akan di adakan besok minggu ini,baginya amanah selalu menjadi prioritas dalam melakukan segala hal,tetiba hatinya masih terganggu dengan pernyataan sahabatnya,keraguan berkelebat dalam kepalanya,ia takut keliru dalam bertindak atau berkata.
             

         

Minggu, 16 Agustus 2015

Anime

Hanasaku iroha
Anime yang menceritakan sebuah perjuangan gadis (ohana) yang berjuang untuk mencari jati diri di bawah naungan neneknya...
Ada kisah romantis di mana...( kouchan)sahabat nya sendiri menyatakan cinta kepadanya
Dan juga kisah persahabatan di antara 3 gadis yang berada di penginapan tersebut
Bersama - sama membangun dan memperjuangakan penginapan tersebut
Anime ini terkesan mendidik...karena pembelajaran tentang kehidupan
Bahwa hidup tidak hanya saja bergantung pada kesenangan melainkan dengan usaha yang gigih agar kita selalu meraih kebahagiaan tersebut.
Romantisme yang di jalaninoleh ohana dan kouchan juga memiliki sebuah arti yang manis
Ada sebuah kata- kata diantara mereka berdua yang sampai sekarang selalu saya ingatm.
Ketika kouchan mengatakan kepada ohana..
Bahwa kota ini selalu indah, tetapi aku menyadari bahwa beberapa waktu ini kota ini tak indah seperti dahulu..ternyata kota ini indah jika menikmati nya bersamamu tanpa hal itu hanya menjadi tipuan belaka..
Sungguh anime yang luar biasa kalau menurut saya:)

Jumat, 10 April 2015

English assignment

Home assignment
                                                 My beautiful holiday

I have big plan to my holiday,i face it after my middle exam in first semester.i want go to where my aunt live there,yes that is jakarta,the capital city our country.when my father told to me to go jakarta,i am very happy . I go to jakarta at five AM  with my cousin.before we until bandung ,we usually buy peyem.the traditional food from bandung,it is very sweet and delicious.dont forget to buy tahu sumedang also.we pray  ashar prayer in masjid's bandung.i am very glad when we pass bandung.i look beautiful view around the street.we until jakarta at nine pm .i am very tired and slept well,in thursday we went to the dufan Ancol,the dufan ancol is a place ,where the persons go and having fun there.my brother very happy because there is many tools ,and my brother and i go to the palace of doll,there is many dolls from another country ,we driven the boat and we are very glad.my brother ask me to go to the
"Kincir-kincir angin" we can see the beautiful city from above.my father called  and ask me to go the car,because  my we must have lunch and after this we go back to my aunt's house.
In friday we went to the tanah abang market ,the tanah abang market is the place where the people buy and sell the grossir of clothes .my father order me to buy clothes.i definetly happy and buy some clothes,my mother buy skirt too and shoes.we taking a rest at moment and go back .
Saturday morning we must prepare ourself to go jogjakarta because we still have schedule of school.
After we breakfast,we must prepare our luggage to comeback to house.we driven a car ,we are so tired and slept very well in car.after we slept ,we usually wake up and eat delicious food from brebes the name is " sate bebek" is very delicious and we taken it to home.alhamdulilah we until jogja at 8 pm i am very happy  hapily and after.

Rabu, 08 April 2015

Minggu ke 2 ,english lesson

We learned about evaluations with adjective and with noun on next week if adjective such us we use  " apartments are not big enough for families,the word big as adjective and explain word enough,if noun such us we use sentence " apartment dont have enough parking space, in this sentence the word enough as noun explain the word space.we also learned about capsule hotel,capsule hotel located in japan,if the persons are busy ,they can come and visit capsule hotel to take rest there,the capsule hotel provide bad room,television ,capsule hotel are just as conveinent as apartment ,but the capsule hotel just small room,and we learned use wish+ past tense to refer present wishes.it means if you wish something actually you did not have what we wish now. Such as i wish i did not live with my parents,actually you still live with your parents until now,and you can not leve them,their words just their wish.

Minggu 1

Alhamdulilah i have entered next semester,and i find level 3  to english lesson,my teacher also new,they are miss dila and miss uke,the first time we learned about different past tense and present perfect,if past tense verb 2 and tobe if present perfect we use have + verb 3,if past tense we usually use time such as last week,last night and other,if present perfect we use time such as two year ago,or sometime there is not the time in sentence.when person ask you " where were you born?" You answer it by " i was born in yogyakarta,and we also studied about used to..this is the different from past habit and present habit,such as i used to play badminton ,now i never play it,it means there is changing from past habit to present habit.

Bahasa inggris

Last week,1 april 2015 minggu ke 4
I studied about modals last week,we make our schedule when we visit western or when our friend visit that place.the first time i am very dizzy because i dont know about the homework,but i must give that presentation,alhamdulilh i have done it with my friend.after that describe about paraguay clock,what should we do there,and where we can take a beautiful pictures.so in friday i studied about requestion the example: i dont have money,give me money to buy a car...and my friend answer it,sorry i dont have money too.And alhamdulilah i i undersatand with the lesson^_^¦¦¦

Senin, 30 Maret 2015

Biru yang dulu ku benci

Biru yang dulu kau benci

Terkadang apa yang ingin kita katakan berbeda dengan apa yang kita selalu pikirkan,mungkin hal ini sama seperti yang ku alami,ingin hidup dalam kebohongan yang indah,karena kejujuran terlalu menyakitkan untuk di katakan…yah aku ingin terus hidup bahagia seperti ini tanpa harus berkata apa yang sebenarnya,

1 bulan sebelum aku mengetahui sesuatu

“ bagaimana sekolah baru mu?” Tanya ayahku sambil memulai sarapanya

“mm…yaa…terlalu membosankan.” Jelasku dengan terus mengunyah roti

“selalu begitu yang kau ucapkan,setelah 3 kali pindah sekolah apa,tak ada ucapan yang lebih baik daripada “membosankan” jelas ayahku kembali menatapku

“ sudah ku bilang bahwa perpindahan sekolah sekalipun tidak mengandung efek apapun.”jelasku beradu pandangan dengan ayahku

“ ah..sudahlah ayah benci berdebat dengan mu tentang ini,apapun konflik itu,perpindahan sekolah itu adalah yang untuk terakhir kalinya.” Jelasnya sedikit kesal dengan semua pendapatku tentang sekolah

“ terserah ayah juga kalau gitu.” Jelasku segera meninggalkan tempat makan

Tahun kemarin aku pindah dari sekolah karena di keluarkan akibat perkelahian ku dengan teman sebangku ku,hidupku terlalu rumit mungkin karena aku susah bergaul atau mereka yang tak pernah menganggapku ada,atau mereka benci kepadaku karena banyak siswi yang menaruh perasaan padaku,ku pikir itu bukan salahku.karena perasaan seseorang tak bisa di paksakan,itulah adalah lahiriyah dan bebas mengalir seperti air.

Di sekolah aku di kenal sebagai seseorang yang cerdas,walaupun aku lebih suka mendengarkan guru bercerita di banding pelajaran yang mereka bicarakan,mungkin ada satu sifat yang tak ku suka dari sikap ku,aku temperamental ketika menghadapi sesuatu,itulah yang menyebabkan aku di keluarkan tiga kali dari sekolah,aku tak pernah bisa mengendalikan emosi ketika banyak dari temanku yang mengejekku,entah apa yang mereka jadikan bahan ejekan,tetapi mereka selalu beranggapan bahwa nilai yang ku raih bukan dari hasil usahaku.hatiku tak pernah berdamai dengan cinta apalagi cinta yang di dapat dari orang tua seperti yang seharusnya di dapat seorang anak ,sejak kematian ibuku aku selalu merasa bahwa hidup ini terkadang membunuhku.

“ mau roti…..?” tanya seorang siswi yang menawariku

“mm…..nggak aku nggak lapar.” Jelasku terdiam menatapnya,pikiranku selalu di liputi kebencian,aku merasa bahwa gadis ini merasa kasihan padaku atau sama seperti siswi yang dulu sering aku temui di sekolah terdahulu..yaa..mungkin dia seperti mereka yang menyukaiku

“ dari mana asalmu…” jelasnya masih terdiam dan membolak balik bukunya sedari tadi

“ penting ya,,,untukmu?”jelas ku menghiraukan pandanganya

“ seorang teman itu pantas mendapatkan informasi tentang yang aku tanyakan ini….” Jelasnya kembali menatapku

“teman….aku rasa ,aku tak butuh teman….!” Jelasku naik darah

“ semua orang di dunia ini butuh itu…tanpa itu kamu akan kesepian,tidak bisa mencurahkan isi hati.”jawabnya dengan santai

“baik..makanan apa yang paling kau benci??’’ jelasnya masih menatapku

“knapa kau menanyakan hal-hal rumit bagiku?” jelasku kembali membaca komik ku

“ kamu yang membuat rumit….hanya tinggal menjawab makanan apa yang di benci kok susah.” Tegasnya

“ terong…aku benci makanan itu.” Jelasku semakin tak sabar

“oke…aku akan membuatkanya besok.” Jelasnya kemudian berlalu

Aku pikir menghiraukanya lebih baik daripada meladeni orang seperti itu,paling juga dia hanya guyonan mau membuatkan makanan seperti itu,aku selalu berpikir bahwa wanita yang mendekatiku bermotif sama,punya perasaan terhadapku,tetapi ternyata ada seseorang yang berbeda dari semuanya,berbeda dari sikap dan prasangka itu hanyalah prasangka semu belaka.

Pagi ini menurutku selalu sama seperti pagi-pagi sebelumnya tidak ada yang spesial,dan perasaanku masih jenuh tak berpindah.derap langkah kecil mulai mendekatiku,dan menyapa ku seperti senyum yang aku lihat pada hari kemarin.aku menatapnya lalu mulai mengalihkan pandangan pada kotak makanan yang di berikan untukku

“ apa ini” tanyaku masih tak mau mengambil kotak itu

“ ini,yang kemarin aku janjikan padamu,semoga kau menikmatinya…” jelasnya sambil tersenyum ,lalu meninggalkan kotak makanan itu di atas mejaku

Akhirnya pelangiku kembali

Akhirnya pelangiku kembali

Jam di tanganku berdetak lebih cepat,sedari tadi ini aku menunggu kakaku yang tak kunjung datang,beberapa menit kemudian aku menghela nafas lega,karena kakakku tepat berdiri di depanku

“ hi …bother..soo long to waiting you.” Jelasku dengan bermuka masam

“ sorry ,,tadi mas beli makanan dulu,karena bunda telepon,di rumah sedang ada tamu.” Jelas kakaku mengajakku naik mobil

“ tamu,,siapa mas? Jelas ku dengan mulai mengeluarkan kertas yang nantinya akan di edit

“temanya bunda,eh..kamu mau ke penerbit apa mau pulang?” jelas masku

“ pulang dulu lah mas,nanti fara naek angkot juga g papa ke penerbitnya.” Jelasku sambil tersenyum

Perjalanan panjang selalu menghadirkan berbagai potong kisah,terutama tentang keluarga yang sudah 5 tahun ini di tinggal ayah pergi,entah kemana,yang ku tau bunda hanya bercerita bahwa ayah sedang mencari nafkah di negri seberang sana,entah itu benar atau bunda hanya ingin melihatku dan masku tidak kecewa terhadap ayahku,alhasil kami semua mencoba untuk mencari uang sendiri untuk segala kebutuhan,daripada menunggu kiriman dari ayahku yang tak kunjung datang.walau begitu bunda masih percaya bahwa ayah sibuk bekerja di luar sana,bunda memang tegar,mencintai seseorang yang tak tau entah kemana.dan saat ini yang mampu ku torehkan untuk mencari uang adalah dengan menulis berbagai kisah yang aku imajinasikan dalam khayalku.

“dek,makananya di bawa yaa…mas mau langsung ke tempat kerja lagi.” Jelas masku tersenyum

“ oke..hati-hati yaa mas.” Jelasku juga kembali tersenyum

Ku lihat di depan halaman rumahku,ada mobil sedan putih ,aku pun bertanya-tanya sendiri,siapakah tamu ini,apa ayah yang telah kembali ,karena aku tak pernah melihat mobil ini datang ke rumahku sebelumya,jika ayahku kenapa mas akmal tidak bercerita akan kedatangan ayahku,entah jika itu ayahku,mungkin aku tak ingin menebar senyum kepadanya karena dia terlalu tega meninggalkan kami tanpa adanya kabar dari nya selama bertahun-tahun,aku belum berani memasuki ruang tamu,masih terdiam dengan khayalan tentang ayahku yang datang kembali,aih..lagi-lagi khayalanku tidak tepat pada saat ini,aku pun memberanikan masuk ruang tamu itu.
" assalamualaikum, bunda..." jelasku dengan perasaan gugup
" wa' alaikum salam,knapa berdiri saja..sini masuk." Jelas bundaku,tersenyum kepadaku.
Ku beranikan langkah ini memasuki ruang tamu dan ku mulai menatap wajah tamu yang berada tepat di depanku.
" fara.....sudah besar ya sekarang?? Tanya tamu itu seolah sudah lama mengenalnya
"Alhamdulilah, sekarang fara sudah memasuki masa kuliah." jelas ibunya sembari menyuruhku untuk duduk
Dihadapannya seorang wanita berumur sekitar 20 an memiliki wajah yang sendu ketika di pandang,suaranya tegas seperti prajurit wanita romawi zaman dahulu,kerudung pink yang ia kenakan menambah rona wajahnya yang berwarna sawo matang. wajahnya tampak tak asing baginya namun beberapa kali ia mengingat tak kunjung juga dirinya mengetahui nama gadis yang nampak sempurna ini
"Iya tante, maaf bun,fara harus langsung ke penerbit karena hari ini terakhir pengumpulan deadline." jelasnya dengan nada tergesa gesa karena tetiba bayangan deadline menghantui ingatanku
" ya sudah kalau begitu hati hati ya dijalan." jelas bunda sambil mengambil jajanan yang di berikan mas kepadaku
Panas nya kota jogja beberapa waktu ini membuat banyak orang untuk lebih melakukan aktivitas di dalam ruangan, begitu pula diriku yang lebih memilih naik angkot untuk ke penerbit di banding mengendarai motor yang ada di rumah. Terutama waktu siang,matahari seperti berada tepat di atas kepala ini. Teringat bunda jika dahulu dirinya sering mengeluh karena panas yang tak tertahankan pasti beliau selalu menasehati nya
                                 
    " nok, belum ke arab aja kok sudah sambat, di arab itu panasnya lebih daripada di sini." jelas bunda sambil geleng geleng kepala mendengar keluhan dirinya
     " ya udah bun, fara ke sana nya kalo arab udah dingin aja." jelasnya membalas komentar bunda
Di dalam angkot dia tertawa kecil ketika mengingat percakapan dirinya dengan bunda, semudah itu dahulu dia berkata padahal keadaan dan iklim tidak dapat berubah sesuai kehendak kita. Tanpa dia sadari supir angkot sudah mengetuk pintu angkot sambil menyebut nama redaksi yang ia tuju
  " assalamualaikum" sapanya ketika tiba di ujung bagian informasi
" waalaikum salam, ya Allah fara baru ini kamu keliatan." sahut mbk sofia yang biasa menjaga bag informasi dia pun langsung memeluk fara seakan seabad lamanya gadis ini tak berjumpa dengannya
" iya mbk lagi persiapan deadline di tambah kuliah lagi padat" jelasnya sambil tersenyum melihat tingkah laku mbk sofia
"Eh, iya lupa ra, selama kamu sebulan nggak ke sini,yang gantiin pak arya buat bagian publisher  itu mas hafizh."  Jelasnya sambil memberikan nomer antri kepada fara
" loh pak arya kemana mbk? Tanyanya penasaran  masih menunggu jawaban dari mbk sofia yang masih riweh dengan komputer yang ada di sampingnya
" ada kerjaan sementara di cilacap, tiba tiba tim redaksi minta beliau ke sana" jelas nya terdiam sesaat
" wah padahal pak arya berkompeten banget mbk, apalagi sama penulis naskah, dia bisa sangat mengayomi kita seperti keluarganya sendiri." sesal fara karena tidak sempat menemuinya sebelum beliau pergi
Pak aryo sangat baik di mata para karyawan redaksi, bahkan  penulis naskah pun selalu di bimbing dan di bantu layaknya saudara beliau.banyak yang merasa keberatan saat beliau tiba tiba  mendapat panggilan dari tim redaksi untuk di berangkatkan ke cilacap.
" ya udah, aku masuk dulu ya mbk." jelasnya tiba tiba sadar bahwa tujuan utamanya datang ke tempat ini untuk menghantarkan deadline
Fara melangkah dengan hati-hati, sesampainya di depan pintu, ia masih termangu dan bimbang antara ingin mengetuk atau mengurungkan niat
Namun, tampaknya dia tidak bisa menjadi pecundang begitu saja hanya karena kehadiran sang peneliti naskah yang baru

" assalamualaikum " sapanya dari luar sambil mengetuk pintu
" waalaikum salam" jelas orang di dalam, dia melangkah dan membuka pintu
Sejenak fara hanya tertegun ketika pintu di buka olehnya,mereka saling berhadapan , sesaat hening lalu mas hafizh  mempersilahkan masuk dan melangkah duduk kembali, menghiraukan dirinya yang di anggap asing oleh seseorang yang ada di hadapanya.
fara pun masih membisu dan masih belum melangkah masuk,keterasingan suhu pun tercipta di sekitar ruangan tersebut.
" mbk, ada urusan apa kemari? " jelas hafizh mengagetkan gadis yang masih termangu di depan ruanganya

" eh iya mas, perkenalkan saya fara, mau menyerahkan naskah yang hari ini di jadwalkan deadline" jelasnya sambil melangkah masuk
"Oh ya...silahkan duduk, maaf saya belum memperkenalkan diri saya, saya hafizh riswanto yang menggantikan pak aryo untuk sementara waktu." jelasnya
" iya, tadi mbk sofia sudah memberi tau kepada saya." jelas fara tersenyum agar mengurangi kecanggungan dirinya
" alhamdulilah, kalau begitu anda tidak perlu merasa asing pada saya." jelasnya sambil tertawa kecil, sadar bahwa fara merasa asing pada dirinya
"Maaf mas eh pak...sebenarnya deadline pengumpulan naskah ini sudah berakhir 2 minggu yang lalu, tapi saya meminta perpanjangan waktu kepada pak arya." jelasnya kebingungan memanggil orang yang ada di hadapanya
"Panggil mas saja nggak papa mbk, oh ya saya kemarin memang di titipi pesan oleh pak arya untuk menunggu deadline pengumpulan anda." jelasnya
"Oh alhamdulilah, kalau begitu ini flasdisk dan berkas berkasnya." jelasnya sambil menyerahkan map yang sedari tadi digemgamnya
"Oke, terimakasih, nanti kalau ada yang perlu di edit insha Allah saya langsung kabari anda." jelasnya
" baik mas, terimakasih kembali" jelas fara menutup pembicaraan mereka pada kali ini
Sistem di penerbit itu yang mengharuskan sang penulis untuk datang ke kantor penyebabnya karena  tidak jarang jika sang penulis mengirim naskah melalui email banyak kasus hacker dan juga terhapusnya beberapa email yang terkena  dampak dari pemalsuan penulisan selain itu juga agar penulis bersosialisasi dan srawung kepada para pegawai yang ada di kantor tersebut.

Sabtu, 28 Maret 2015

Ekonomi saat ini

Ketika banyak orang menyatakan bahwa,kenapa bank syariah di indonesia tidak dapat berjalan,jangan menyalahkan bank yang tidak berjalan

Kamis, 26 Maret 2015

English

English lesson this week
I am very happy,because i learn about many food,it is very delicious...but i sad because i got sick when i want passed my exam...i hope that be better than yesterday,thanks to Allah swt because he always give me strong...until the exam..the exam english lesson about past tense...i used to and the different between past tense and present prefect..in first section i listening my exam...is very  difficult,and the writing is very many..but alhamdulilah,i pass the exam,althought i dont know about the result. And  i learn about i am going to..about traveling...thanks miss for your teaching^_^¦¦¦

Jumat, 06 Maret 2015

Tugas bhasa inggris

Tugas b inggris http://islahunafs.blogspot.com/2015/03/tugas-b-inggris.html

Tugas b inggris

Bhs inggris
When i was child i did not use collect the comic books but now i dont collect  it, i did not like cook the food and now i like cook it,i always used to went with my friends,but now i dont have any free time,i used to play gobak sodor,now i dont have any free time,i never used to write story,but now i like to write it,i did not use to wear jelly shoes,now i wear it, i did not like korea drama and now i like it.i never use to speak english fluently and now i try to speak it.

Jumat, 06 Februari 2015

Memilikinya anugrah terindah

Aku masih memandangi foto di dompet ku,tatapanku beralih kepada jam tanganku yang detiknya menunjukan hari telah beranjak meninggalkan pagi.tak tau kenapa ketika kelelahan menyiggahi diri ini,saat itu bayang-bayang kampung halaman melintas dalam benakku,tentang bangunannya,teriakan anak kecil memanggil temanya untuk pergi ke surau,dan kata-kata lembut dari seseorang yang selalu kurindu akan kehadirannya,ya dia bundaku..
2 tahun sebelum aku berada di negara perantauan ini.
" berdiam diri saja itu tak cukup loh nok." Jelas bundaku memanggil ku dengan sebutan kesayangan
" iya...pengenya juga cari ilmu nggak cuma satu bun,tapi beragam ilmu." Jelasku sambil mengaduk sup yang hangat.
"Terus mau lanjut ke mana..sia-sia udah di pondok tapi ilmunya nggak di pakai." Gumamnya
"Butuh kesabaran bundaku sayang ..buat nunggu pemberitauan dari sana." Timpalku sambil tersenyum mencairkan suasana
"Bunda mah nurut aja sama kamu,nok yang penting apa-apa atas ridho gusti Allah ." Jelasnya membalas senyumku
Lamunanku terhenti ketika tangan lara menepuk pundakku
" udah lama nunggunya rin??" Tanyanya dengan perasaan merasa bersalah
"Ya..ampun..bikin kaget aja...gimana ujiaanya?" Tanyaku
"Aku mah mau bilang alhamdulilah aja...serahkan segalanya pada Allah." Ucapnya sambil tersenyum
" jujur ya ,sebelum kamu datang, hati ini merindu rumah." Ucapku
" kok kamu seneng banget ya merindu kampung halaman, aku malah nggak suka mengingat kenangan di rumah."
" yaa aku tau alasanya....pulang aja yuk..hari sudah larut malam" sela ku mengalihkan pembicaraan
Lara pun beranjak dari tempat duduknya ,pipinya terlihat memerah karena salju yang turun menunjukan derajat yang lumayan tinggi.saat perjalanan kembali ke flat ,memory ku menerawang kembali ke kampung halaman,walaupun dahulu aku selalu bermimpi untuk bermain-main di salju,membuat gumpalan tembakan-tembakan salju,namun ternyata saat ini aku malah merindukan bagian dimana saat hujan turun mengguyur seluruh ladang di sekitar rumah ku,celotehan anak-anak kecil bermain dengan genangan air,mereka senang berteduh di depan rumah ku,karena tepat di depan rumahku ada sepetak tempat yang tertutup .biasanya tempat itu untuk aku gunakan berolahraga badminton bersama ayah.senangnya ketika melihat senyum manis tersungging di bibir anak-anak menandakan kepuasan bermain mereka di waktu hujan,bersama dengan berhentinya hujan secercah pelangi melengkapi karunia Allah sore itu.aku selalu bahagia  ketika melihat pohon-pohon terlihat segar kembali setelah setengah hari di terpa sinar matahari.
"Rin...ada surat..liatin di kotak pos ..,dari siapa ya kira2?tanya lara mengagetkanku ketika tak terasa kaki ini telah melangkah jauh sampai ke depan flat.
" iya....aku ambilin..."jelasku
"Dari siapa ya surat nya,rin? Gumamnya sambil menatap sepucuk surat yang masih ada di genggamanku
"Dari ibumu...ra" jelasku menyodorkan surat itu
" hm....udah lama ibu nggak ngirim surat kayak gini,ada apa ya?? Jelasnya sambil mulai membuka amplop
" g knapa- knapa mungkin lagi rindu sama buah hatinya" jelas ku ,menuangkan teh di gelasnya
" ibu..ibu.. terlalu mencemaskan aku, apa- apa ditanyakan,dari bagaimana makanan nya, tempat tinggal, kuliah nya rumit atau tidak..padahal aku ini udah dewasa loh,rin" gerutunya sambil melipat surat kembali.
" kadang -kadang anak itu tidak mengerti." Gumamku
" maksutnya?" Tanyanya
"Kita mungkin kadang berfikir bahwa,kita sudah tak perlu lagi mendengar pertanyaan dari ibu kita, tetapi suatu saat nanti ketika tidak  ada  lagi celotehan darinya,kita baru menyadari bahwa kita rindu denganya,kita masih butuh segala nasehat darinya."jelas ku sambil menatap keluar jendela
"Sebenarnya aku masih belum bisa memaknai satu persatu kata yang kamu barusan bilang,tapi setahun kita tinggal bareng,boleh lah aku mendengar cerita tentang bundamu.....,tapi g papa kalo belum mau cerita." Jelas nya sambil meneguk teh
" oh iya aku g pernah cerita tentang ibuku ya....," jelas ku
" satu tahun sebelum aku berada di sini adalah masa-masa sulit untukku." Ucap ku memulai cerita
" udah ada kabar?" Tanya bundaku
" belum,bun....enaknya gimana ya..?" Timpalku kembali
"Bunda terserah aja sama ririn,insha Allah pasti ada jalan." Jelasnya sambil tersenyum
Ku tatap wajah nya dalam-dalam,di saat genting  seperti ini,dengan keadaan  bunda yang rentan.Dia masih dapat tersenyum kepadaku.tanpa mengeluhkan rasa sakitnya sedikitpun.
"Bunda...tanya kok malah diam,rin?" Tanyanya
" bunda ...dah makan belum?" Tanyaku mengalihkan pembicaraan
"Kamu..ini..bunda tanya apa..jawabnya apa." Jelas bunda ku
" ririn malah pengen jaga bunda aja sampai bunda sembuh." Jelas ku
"Kan ada ayah,udah tentuin dulu mau kemana." Sergahnya menenangkanku
"Iya..nanti Ririn pikirin,gimana baiknya aja." Jelas ku
Hidup selalu menyimpan rahasia nya,selama kurang lebih 2 bulan ini bunda menghabiskan waktunya keluar masuk rumah sakit,di karenakan dokter mendiagnosa tentang penyakit yang lumayan parah itu,sebenarnya hati ini tak kuat melihat penderitaan yang di alaminya,ingin rasanya aku saja yang menggantikan posisi bundaku.
"Penyakit itu datang dari Allah untuk menguji hambaNya bukan karena benci ,tapi karena sayang...." jelas bundaku menasehatiku
"Tau kok bun....tapi terkadang hambaNya juga susah untuk menerima itu." Jelas ku sambil menuangkan bubur
"Segala sesuatu di terima aja,nok..Allah tau yang terbaik." Jelas nya
Aku pun mengangguk tanda setuju, tapi ada keganjalan dari suara bundaku seakan-akan diri ini tidak akan lama lagi bersamanya,
11 februari 2006
" bu...niki kulo ajeng ngabari,nek adik kulo pun di pundut seng maha kuasa." Ucap budeku sesenggukan,mata ini terbangun saat mendengar percakapan itu.perih hati ini mendengarnya,dunia serasa menghatam tubuhku berkali-kali.saat itu aku merasa
terkadang kita tak sempat berpikir,tak mampu berkata-kata lebih saat tamu yang bernama ajal itu datang,waktu itu aku merasa kedua kakiku tidak dapat menopang badanku,aku belum memahami arti kematian yang sebenarnya,hal yang ku pikirkan bahwa dunia tidak adil
"Dek...yang sabar" seru mbak sepupuku yang membuka pintu kamarku dan langsung memelukku erat.tangis haru pecah di keluarga besar ku,beribu-ribu orang datang dengan berbagi kata penyemangat untukku,namun kata-kata itu tidak mempengaruhiku sama sekali.
"Rin....ini ada surat di depan pintu." Jelas ayahku
"Dari siapa ,yah?" Tanyaku yang masih larut dalam kesedihan
"Coba buka aja,ayah nggak baca tadi." Jelasnya sambil meneguk segelas kopi
Surat itu tampak sepeti surat formal..karena tertulis dari kementerian agama,aku mengernyitkan dahi saat membaca pengirimnya.aku tidak memiliki rasa penasaran sedikitpun saat melihat surat itu,karena pikiranku masih menyesali kepergian bunda.
Saat ku teliti isi surat tersebut,perasaan bingung,sedih,bahagia bercampur aduk.ternyata itu adalah surat pemberitahuan bahwa aku lolos seleksi beasiswa ke negri dua benua atau turki.sedih karena aku tak bisa memberikan kado ini kepada bunda..bahagia karena akhirnya aku dapat meneruskan studi ke negri itu.
Awalnya aku bersikeras tak ingin pergi ke sana karena tak ada gunanya...orang yang ingin kutunjukan tentang berita bahagia ini telah pergi meninggalkanku,tetapi akhirnya aku luluh setelah mengalami perdebatan panjang lebar dengan ayah ku
"

Sabtu, 13 Desember 2014

Kopi

Kopi...
Saat meminumnya rasa hangat menyelubungi tubuh hingga dingin hilang sama halnya dengan cinta seorang ibu yang selalu memberikan kehangatan pada sanubari kita ,hingga rasa sakit yang di derita anaknya hilang seketika.
Tetaplah menunggu sekarang ataupun lusa,jika tak dipertemukan olehnya,orang yang kau sukai,berarti Allah akan memberikan seseorang yang lebih..
Hujan selalu memiliki arti di setiap rintiknya,rela jatuh walau berkali kali sama halnya dengan setiap pengorbanan ayah pada anak nya tak peduli jatuh,terluka Ia gigih hingga menemukan kebahagiaan anaknya
Daun memperlihatkan ciri khas suatu pohon,jika ranum,hijau pohon mempunyai wibawa yang baik,tetapi jika daun menguning dan gugur maka pohon ini lama kelamaan akan layu,sama halnya dengat hati manusia jika bersih maka akan selalu menebar kebaikan di setiap waktunya,jika terdapat noda,maka kebaikan itu akan memudar seiring berjalnya waktu

Selasa, 18 November 2014

Pesan fara

Jujur..hati ini sangat membecinya,,terkadang kalau melihatnya,meletup-letup amarah ini tak karuan,serba ingin menjauh darinya tapi ia selalu ada dekat denganku,sebenarnya dia orang yang tak pantas ku benci,entah sejak kapan benih kebencian itu mulai tumbuh,tetapi saat ku melihat ujung kerudung itu,lidah terasa ingin mengumpatnya..dia adekku,iri,dengki bercampur jadi satu,betapa tidak dia seakan putri di kerajaan rumah ku,

Sabtu, 28 Juni 2014

Cobaan Hati

Jika,,,, potongan demi potongan masa lalu hanya membuatmu hancur,,pergilah, tinggalkanlah,semoga kelak masa depan lebih layak kau p tontonkan bagi orang2 yang kau cintai.hati tak kunjung bersemi jika satu luka tlah menganga lebar,,luka yang selama ini membuat hatinya tergores sedikit demi sedikit,kini menjadi luka yang menggoresnya lebih dalam. Jika hati adalah ibarat kekuatan dalam diri, maka jika sesuatu itu lemah,akan membuat yang lain menjadi tumbang,sama halnya jika hati kita kokoh dengan berbagai macam godaan yang membentur,,raga ini dapat berdiri kuat menopang sgala masalah.suatu saat hati ini akan menjadi pembicara yang mewakilkan sgala perasaan sedih,senang, susah ataupun kebahagiaan.
    Allah slallu tau mana yg terbaik untuk hambaNya, terkadang ia memberikan cobaan berupa kesedihan untuk mengetahui seberapa kuat hambaNya tetap dalam JlnNya,,ataupun dgn jalan kebahagiaan seberapa sombongkah hambaNya atau ia tetap dalam kekhusukan ibadahnya,,ya Rabb yang maha membolak balikan hati ini,,biarlah sirna sgala harapan itu biarlah harapan ini hanya ku serahkan pada Mu semata,ku berharap dapat mempoles hati ini dari luka2 yang lalu,,jadikan hati ini cantik tanpa dendam yang durinya menusuk sangat tajam....ya Rabb tsabit qulubana,'ala dinnika wa 'ala ito'atika...

Kamis, 08 Mei 2014

masa itu...

Hujan....lagi sore ini,seakan matahari tak mau tersenyum ,membiarkan diri ini duduk di depan rumah,menikmati rintikan hujan yg turun dan membyangkan akan kedamaian alam dan hidup yang indah
Menerawang kembali ke masa lalu,tentang celoteh anak kepada ibu nya
"Bun,  bsok kalo q dah masuk smp...mau ya...di ajari ngaji kayak bunda dulu"
celotehku sambil membantu memasukan wortel untuk sup
"Iya,nanti bunda antar ke masjid yang bunda sering datangi." Jelas nya sambil tersenyum
     Kini 7 taun sudah janji itu berlalu tanpa aku bisa tagih ataupun merengek kepadanya.ya saat yang membuat hidup ini tak lagi bermakna karena kehilangan sosok wanita sepertinya,ku harap jika awal langkah kaki ini dapat memasuki pondok itu dan berharap dapat segera menuntaskan wasiat nya yang kini tlah bersama Rabb,ya Rabb kutitipkan ibundaku dalam dekapanmu,semoga kelak akupun dapat menjadi seperti yang kau inginkan
     Teringat juga seorang teman yang slalu memberiku motivasi,dy yang dengan santun membacakan lantunan ayat suci surat al- luqman,yang membuat hatiku damai,di mana di dalamnya terdapat cerita tentang luqman itu sendiri,trimakash..untuk sgalanya
      Semoga kelak q akan mampu membuat bundaku tersenyum di sana,we always love you mom*^▁^*

Senin, 05 Mei 2014

pohon manggis*^▁^*

Semilir angin sore ini membawa kedamaian di dalamnya.ku tatap pohon manggis yang kini menua,ya pohon manggis pemberian nenekku kini tlah beranjak menguning dan buah siap di petik..tak kusangka pohon yang dulu kecil,yang ku kira tak akan pernah tumbuh..kini dapat matang dan membuahkan hasil,selayaknya pohon manusia pun begitu kata nenekku,manusia pun dapat berubah dan tak akan tetap di posisinya yang dulu,sama saat masa lalu mu dulu buruk jangan pernah menyalahkan hal itu.rubahlah kehidupan di masa depan mu agar dapat tertata lebih baik nantinya,rubahlah pandangan manusia akan dirimu...buatlah orang yg menertawakan kita saat dahulu dan saat ke depanya mereka terdiam karena tak menyangka akan keberhasilan kita,bersama sore ini kumantapkan hati untuk lebih bisa menghargai kehidupan yang dahulu dan memantapkan kaki ini untuk berlari menyongsong masa yang lebih indah,yang terutama akan slalu kuberikan hadiah ini hanya kepada mereka yang senantiasa ada untukmu saat kau jatuh.hidup penuh masalah tanpanya tak ada warna dan takkan bisa membuat kita dewasa.
       Nek,sore ini ku melihat pohon manggis itu dengan wajah gembira karena ku yakin q bisa sepertnya kelak,allahumma amien...semoga juga,nek diri dirimu slalu dalam lindungan illahi di rumah baru mu...yang kelak diriku dan yang lainya akan menyusulmu,selama itu akan ku usahakan diri ini agar dapat menabung untuk menyelesaikan pertanyaan para malaikat jika waktu itu tlah tiba....allahummaghfirlaha warhamha wa'fiha wa'fuanha...O(∩_∩)O

Sabtu, 03 Mei 2014

Mungkin nanti....

Jika tlah beranjak dewasa..adakalanya kita mengerti bahwa cobaan bukanlah yqng membuat kita mundur tetapi dgn itu kita juga mampu untuk bangkit dan memenangkan sgalanya,pikiranku seakan tak mengerti saat. Ambisi dapat mengalahkan sgalanya begitu juga dgn cinta
     Guys,waktu tlah beranjak sampai saat ini..lihatlah apakah tangan ini tlah mampu untuk menghargai orang-orang terdekat kita.yg slama ini memotivasi kita,atau terkadang merekapun tidak kita anggap,waktu tak akan pernah kembali memutar roda nya ke masa lalu ia akan melesat pergi meninggalkan kita jika kita tak mampu menjaganya dengan baik dan teliti,penjagaan itu tentu saja dgn memaksimalkan diri berbuat kebaikan pada Allah dan manusia....
        Teka -teki kehidupan slalu ada mewarnai kehidupan,tak usah di hindari perasaan yang tlah ada di hati kita,perasaan yang menyenangkan,ingin slalu bersama..tetapi guys,apakah kita sudah sanggup untuk menjalankan komitmen dengan baik..sgalanya tergantung prinsip yang kita pikirkan,tak ada paksaan tetapi terkadang logika dan perasaan harus berjalan bersama agar kita dapat berpikir lebih baik untuk ke depanya
       Jika sampai sekarang teka-teki belum mampu tuk terpecahkan .percayakan padaNya bahwa pada saat yang tepat nanti Allah akan menjelaskan teka-teki yang penuh lika-liku di kehidupan kita,mungkin nanti akan terjawab sgalnya,mungkin nanti kau akan bercerita kepadaku tentang hal yang sampai saat ini membuat keributan di hati kecilku.
        Slalu ketika rindu itu datang, kusampaikan lewat angin agar bersamanya dapat terbang tinggi dan kau pun mampu untuk mendengarnya,karena penjagaan Allah kepada umatnya slalu abadi dan ku yakin Allah slalu ada di setiap langkahmu...mungkin nanti diri ini dapat bertegur sapa untuk kesekian kalinya agar tak ada rasa bimbang menghinggapi hati ini,ataupun juga hati mu...smngat...Allah slalu bersamamu....O(∩_∩)O